Wajibkah Bayar zakat Fitroh untuk Janin?

Wajibkah Bayar zakat Fitroh untuk Janin?

Oleh: Al-Ustadz Abdul Qadir Abu Fa’izah -Hafizhahullah-

(Pengasuh Pesantren Al-Ihsan Gowa)

gambar zakatZakat Fitrah untuk janin (bayi dalam kandungan) tidaklah wajib, berdasarkan kesepakatan semua madzhab (Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hambali). Inilah pendapat kebanyakan ulama, bahkan ternukil ijma’ tentang hal itu. Pendapat inilah yang terkuat dibandingkan pendapat yang mewajibkannya, berdasarkan beberapa segi:

1. Telah shohih dari Ibnu Umar -radhiyallahu anhuma- berkata,

فرَض رسول الله صلَّى الله عليه وسلَّم زكاة الفطر صاعًا من تمر، أو صاعًا من شَعير، على العبد والحرِّ، والذَّكر والأنثى، والصَّغير والكبير من المسلمين

“Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- telah mewajibkan zakat fitrah satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi hamba sahaya dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang besar dari kalangan kaum muslimin”. [HR. Al-Bukhoriy (1503) dan Muslim (984 & 986)]

Hadits ini merupakan dalil yang menerangkan bahwa zakat fitrah hanya wajib bagi anak kecil, sementara janin dalam kandungan tidak termasuk dalam kategori “anak kecil” (الصغير), baik secara bahasa atau pun kebiasaan orang Arab yang menggunakan istilah itu. [Lihat Fathul Bari (3/369)]

2. Hukum asalnya adalah tidak wajibnya zakat fitrah bagi seseorang, kecuali atas orang-orang muslim yang hidup, baik kecil atau besar, baik pria atau wanita. Siapa yang mewajibkan zakat fitrah bagi janin dalam kandungan, maka ia harus mendatangkan dalil shohih yang shorih ‘gamblang’.

3. Janin dalam kandungan sama hukumnya dengan janin dari hewan-hewan ternak yang terkena zakat (unta, sapi, dan kambing).

4. Janin tak ada baginya hukum-hukum dunia, kecuali dalam hal warisan dan wasiat, tapi dengan syarat ia harus lahir dalam keadaan hidup. [Lihat Kasysyaful Qina’ (2/249)]

5. Janin dalam kandungan tidak jelas dan tidak diketahui kehidupannya.

Demikian hukum zakat fitrah bagi janin, yakni tak wajib berdasarkan pendapat mayoritas ulama (jumhur). Wallahu A’lam.

No Responses

Leave a Reply