Sikap Ulama Dunia dalam Membendung Bahaya dan Serangan Pokemon Go

Sikap Ulama Dunia dalam Membendung

Bahaya dan Serangan Pokemon Go

oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah -hafizhahullah-

 

gambar pokemon go 4

Permainan “Pokemon Go” jadi sebuah kegilaan di kalangan jutaan orang di seluruh dunia dalam waktu singkat, sehingga sebagian masyarakat yang hobi dengannya amat tergila-gila dan semangat dalam mengikuti permainan itu. Mereka pun berlomba-lomba dalam men-download aplikasi “Pokemon Go” pada smartphone mereka dan mengejar karakter dan ikon Pokemon di jalan-jalan, gunung-gunung, perumahan, kantor-kantor, masjid, dan lainnya. Laa haula wala quwwata illa billah.

Pokemon Go adalah game pertama  menghubungkan antara dunia maya dengan dunia nyata dalam sebuah permainan yang melalaikan.

Permainan POKEMON GO (PG) kembali mengundang dan membangkitkan gelombang reaksi dari setiap pihak pemerhati dunia, baik itu dari kalangan praktisi pendidikan, politik, sosial, apalagi agama, termasuk para ulama dunia.

Reaksi ini menyebabkan para ulama memperbaharui dan menekankan kembali tentang hukum haram bermain dan menonton POKEMON, termasuk diantaranya game POKEMON GO (PG) yang baru dirilis pada Bulan Juli 2016 M.[1]

Seorang ahli IT (nformation technology) dari Dhoha, Qatar, Muhammad Lasyib dan lainnya merilis sebuah pernyataan dan penelitian tentang permainan Pokemon Go ini[2].

Beliau menjelaskan beberapa sisi keburukan permainan POKEMON GO (PG) :

  1. Dengan mudahnya rahasia pribadi si pemain akan terbongkar melalui akun pribadi si pemain saat ia mendaftarkan diri kepada pengelola permainan itu.
  2. Pengelola akan mudah mengetahui dan menyimpan foto-foto dan gambar pribadi kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita, karena permainan ini menggunakan kamera depan dan belakang. Bahayanya lagi, apabila yang mereka ambil dan cuplik gambarnya adalah gambar para wanita muslimah, baik di dalam rumah atau di luar rumah.
  3. Dengan mudahnya para pengelola akan mengetahui kondisi sosial, politik, pendidikan, bisnis, dll melalui permainan ini, sehingga secara tidak sadar setiap pemain telah menjadi agen rahasia yang akan mencelakakan negerinya[3].
  4. Permainan ini akan menjadi modus pencurian dan kejahatan bagi pihak-pihak tertentu.
  5. Membahayakan bagi pengendara yang bermain Pokemon Go, sebagaimana telah terjadi di beberapa tempat kejadian yang mengenaskan berupa tabrakan, jatuh ke jurang, jatuh dari bangunan yang tinggi, bahkan ada yang saling membunuh dengan saudaranya akibat permainan itu.

Setiap perkara yang membahayakan diri atau orang lain, apalagi masyarakat banyak, maka perkara itu adalah haram.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

لاَ ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh membahayakan (diri sendiri) dan tidak pula membahayakan (orang lain).” [HR. Ibnu Majah dalam Sunan-nya (no. 2340) dari Ubadah bin Ash-Shomit -radhiyallahu anhu-]

Al-Imam Ibnu Daqiqil Ied Al-Qusyairiy -rahimahullah- berkata, “Ketahuilah, barang siapa yang membahayakan (mengganggu) saudaranya, maka sungguh ia telah menzholiminya. Sedang kezholiman itu haram”. [Lihat Ad-Durroh As-Salafiyyah Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah (hal. 225)]

Tidak heran apabila para ulama telah mengeluarkan fatwa dan pernyataan yang melarang permainan POKEMON GO (PG).

Belum lagi sebagaimana yang dinyatakan oleh Fatwa Ulama Al-Lajnah Ad-Da’imah :

Permainan ini memuat begitu banyak pelanggaran syariat, seperti syirik kepada Allah dengan meyakini banyak Tuhan. 

Di dalamnya juga terdapat perjudian yang diharamkan oleh Allah melalui ayat Al-Qur’an yang digabungkan dengan keharaman khamar dan pengundian nasib dengan panah. 

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (90) إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ [المائدة : 90 ، 91]

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antaramu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangimu dari mengingat Allah dan salat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)“. (QS. Al-Maa’idah : 90-91) 

Selain itu, permainan ini mempromosikan simbol-simbol kafir dan mengajak untuk meyakininya serta mempromosikan gambar-gambar haram. Ini juga berarti memakan harta orang lain dengan cara yang tidak benar.

Atas dasar ini, Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa memandang bahwa permainan ini adalah haram. Demikian pula dengan uang yang diperoleh melalui permainan ini. 

Karena, hal itu merupakan perjudian haram. Menjual atau membelinya juga haram karena menjadi sarana untuk mengantarkan kepada perbuatan yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.” [Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Iftaa’ (26/286-292)][4]

Pelanggaran dan perkara-perkara yang amat diharamkan, justru dilegalkan dan disebarkan melalui game PG secara halus sekali. Di dalamnya diselipkan kesyirikan berupa keyakinan adanya tuhan-tuhan yang banyak. Ini tergambar pada monster-monster imajinatif dalam game PG.

Ajaran-ajaran Shinto Jepang yang didasarkan pada banyaknya dewa, atau keyakinan Jepang tentang matahari, bumi, dan banyak lagi hewan dan tumbuhan suci memiliki sifat-sifat ketuhanan, juga mewarnai game Pokemon Go, dan generasi game atau kartun Pokemon sebelumnya.

Di dalam Islam, terdapat prinsip wala’ (loyalitas dan kecintaan kepada keimanan dan kaum beriman) dan baro’ (benci dan berlepas diri dari simbol atau ajaran kekafiran dan penganutnya).

Prinsip ini harus ada dan tertanam kuat dalam jiwa setiap muslim yang beriman kepada Allah -Azza wa Jalla- sebagai satu-satunya sembahan yang haqq (benar), agar kemudian si mukmin itu membenci dan berlepas diri dari segalam macam ajaran, paham, pemikiran serta simbol-simbol yang mengarahkan, mengajaknya dan menjerumuskannya kepada kekafiran dan kesyirikan yang akan mengekalkannya di dalam neraka, na’udzu billahi min dzalik.

Prinsip inilah yang pernah ditegaskan oleh Nabiyullah Ibrahim –alaihish sholatu was salam- kepada kaumnya yang kafir kala itu, sebagaimana yang Allah -Azza wa Jalla- abadikan di dalam Al-Qur’an Al-Karim,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ [الممتحنة : 4

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaumnya : “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dari dari apa yang kalian sembah selain Allah. Kami ingkari (kekafiran) kalian, dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja”. (QS. Al-Mumtahanah: 04)

Muhammad bin Ahmad Al-Anshoriy Al-Qurthubiy -rahimahullah- berkata,

لما نهى عز وجل عن مولاة الكفار ذكر قصة إبراهيم عليه السلام، وأن من سيرته التبرؤ من الكفار، أي فاقتدوا به وأتموا

“Tatkala Allah -Azza wa Jalla-  melarang (kaum beriman) dari mencintai orang-orang kafir, maka Allah menyebutkan kisah Ibrahim –alaihis salam- dan (Allah jelaskan) bahwa diantara jalan hidup Nabi Ibrahim adalah berlepas diri dari orang-orang kafir. Maksudnya, berteladanlah dan mengikutlah kepada Ibrahim.” [Lihat Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an (18/56)]

Jadi, jelaslah dari ayat ini adanya perintah bagi orang-orang beriman untuk berteladan kepada Ibrahim –alaihis salam- dalam baro’ (berlepas diri) dari ajaran-ajaran kekafiran dan penganutnya.

Al-Allamah Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithiy -rahimahullah- berkata dalam menjelaskan kepada kita beberapa bentuk keteladan yang perlu kita ambil dari Nabi Ibrahim berdasarkan ayat di atas,

فَالتَّأَسِّي هُنَا فِي ثَلَاثَةِ أُمُورٍ :

أَوَّلًا : التَّبَرُّؤُ مِنْهُمْ وَمِمَّا يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ . ثَانِيًا : الْكُفْرُ بِهِمْ . ثَالِثًا : إِبْدَاءُ الْعَدَاوَةِ وَالْبَغْضَاءِ وَإِعْلَانُهَا وَإِظْهَارُهَا أَبَدًا إِلَى الْغَايَةِ الْمَذْكُورَةِ حَتَّى يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ ، وَهَذَا غَايَةٌ فِي الْقَطِيعَةِ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ قَوْمِهِمْ ، وَزِيَادَةٌ عَلَيْهَا إِبْدَاءُ الْعَدَاوَةِ وَالْبَغْضَاءِ أَبَدًا ، وَالسَّبَبُ فِي ذَلِكَ هُوَ الْكُفْرُ ، فَإِذَا آمَنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ انْتَفَى كُلُّ ذَلِكَ بَيْنَهُمْ .

“Berteladan (kepada Nabi Ibrahim) disini adalah dalam 3 perkara. Pertama : berlepas diri dari mereka (orang kafir) dan sembahan-sembahan yang mereka ibadahi dari selain Allah. Kedua : mengafiri (mengingkari) mereka. Ketiga : menampakkan permusuhan dan kebencian, serta mengumumkan dan memperlihatkan hal itu selama-lamanya sampai pada puncaknya tersebut, sampai mereka beriman kepada Allah saja.

Inilah puncak dalam hal pemutusan antara mereka (kaum beriman) dengan kaumnya (yakni, kaum kafir) dan juga atasnya berupa penampakan permusuhan dan kebencian selama-lamanya.

Sebab dalam hal itu (berlepas diri dari kaum kafir) adalah kekafiran (yang ada pada mereka). Jika mereka beriman kepada Allah saja, maka hilanglah semua itu diantara mereka.” [Lihat Adhwa’ Al-Bayan fi Idhoh Al-Qur’an bil Qur’an (8/85)]

Suatu perkara yang aneh bila seorang muslim yang mengaku muslim yang beriman kepada Allah -Azza wa Jalla-, kemudian ia punya kegemaran dengan game Pokemon Go, cs., yang di dalamnya disisipkan secara halus sekali ajaran-ajaran yang menyalahi dan menyelisihi keimanannya kepada Allah. Kemanakah keimanan mereka kepada Allah -Azza wa Jalla-?! Apakah harus lembek dan larut bersama dengan gelombang virus POKEMON GO yang telah mengikis imannya sedikit demi sedikit dari arah yang ia tidak sadari, sehingga ia pun amat gemar dan hobi bermain dengannya, sesekali bila ada yang mengingkarinya, maka ia marah. Wahai saudaraku kasihanilah agama dan keimananmu. Sejauh itukah akal dan pikiranmu dicekoki oleh si Pokemon Go, sampai engkau seperti orang gila dan sinting karena kecintaanmu kepadanya. Akhirnya, kemanapun Pokemon pergi, maka kamu memburunya!!

Duhai saudaraku, jangan sia-siakan waktumu mengejar sesuatu yang tidak bermanfaat, bahkan akan membahayakan dan merugikanmu. Adakah kerugian yang lebih besar jika seseorang hanya membuang-buang waktu dan umurnya dalam perkara yang tidak dicintai oleh agama dan malah terlarang dalam agama!!!

Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْئَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيْمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ

“Tak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanyai tentang : umurnya dimana ia habiskan; tentang ilmunya dalam perkara apa ia gunakan; hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia infaqkan; dan tentang jasadnya dimana ia gunakan”.

[HR. At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2417),Ad-Darimiy dalam Sunan-nya (537), dan Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (111). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib (126)]

Mantan Mufti Mesir Dr. Nashir Farid Washil mengeluarkan fatwa haramnya kartun Pokemon dan semua game yang terkait dengannya, yang terbaru adalah permainan Pokemon Go (PG).

Dr. Nashir menjelaskan sisi keharamannya bahwa di dalam permainan itu terdapat doktrin yang dianut oleh Darwin dalam teori batilnya tentang evolusi spesies.

Darwin meyakini bahwa asal penciptaan manusia berasal dari kera. Jadi, menurut teori ini, manusia awalnya berbentuk kera. Lalu mengalami perkembangan dan evolusi yang mengubah struktur dan bentuk tubuh mereka lebih sempurna; cara berpikir juga berkembang, dan perlahan-lahan berubah bentuk dari monyet jadi manusia sempurna. Inilah “teori evolusi” batil yang pernah dicetuskan oleh Darwin. Teori ini didasari oleh sangkaan dan perkiraan-perkiraan batil yang tidak dibangun di atas dalil dari wahyu.

Para ulama telah memberikan pengingkaran atas Teori Darwin yang batil ini, karena teori ini menyalahi wahyu sebagaimana yang kami telah jelaskan dalam sebuah artikel kami di dalam situs : http://almakassari.com/artikel-islam/aqidah/menyingkap-kebatilan-teori-darwin.html

Mantan Rektor Al-Azhar, Syaikh Dr. Muhammad Sayyid Tanthowi -rahimahullah- mengharamkan Kartun dan Game Pokemon karena merusak agama dan kepercayaan, serta merusak aqidah kaum muslimin dan mengombang-ambingkan keyakinan agama mereka.

gambar nikmat kesehatanSelain itu, menurut beliau, game ini akan melalaikan mereka dan membuang-buang banyak waktu dalam permainan itu.[5]

Melalaikan dan membuang-buang waktu (yang merupakan nikmat besar bagi manusia) dalam bermain game seperti ini merupakan perkara yang tercela.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang tertipu di dalamnya kebanyakan manusia : kesehatan dan waktu luang”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (6412)]

Mufti Al-Quds ‘Palestina’ sebelumnya, Syaikh Amin Al-Husainiy menyatakan keharaman permainan itu, karena game Pokemon itu mengandung banyak simbol yang mencerminkan pikiran dan keyakinan agama lain, seperti bintang berujung enam (yang merupakan simbol Israel dan simbol Freemasonry), dan simbol agama Shinto di Jepang yang menganggap para tokoh game dan kartun itu adalah tokoh-tokoh suci di dalam keyakinan masyarakat Jepang, dan memberi mereka kemampuan dan keluarbiasaan yang asalnya tidak ada pada mereka.[6]

Padahal telah dijelaskan secara gamblang di dalam Al-Qur’an bahwa semua sembahan yang mereka yakini adalah batil dan lemah. Allah -‘azza wa jalla- berfirman:

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ (62) أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَتُصْبِحُ الْأَرْضُ مُخْضَرَّةً إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ (63) لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ (64)  أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ (65) وَهُوَ الَّذِي أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَكَفُورٌ (66) [الحج : 62_ ، 66]

“(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, dialah (Tuhan) yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, Itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dia-lah yang Maha Tinggi lagi Maha besar.

Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha halus lagi Maha Mengetahui.

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. dan Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. dan dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Dan dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), Sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nikmat.” (QS. Al-Hajj : 62-66)

Al-Imam Al-Hafizh Abul Fida’ Al-Imad Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata,

وكل ما عبد من دونه تعالى فهو باطل؛ لأنه لا يملك ضرًا ولا نفعًا.

“Segala sesuatu yang disembah dari selain Allah -Ta’ala- adalah batil, karena ia (sembahan itu) tidak mampu memberikan madhorot dan tidak pula manfaat.” [Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim (5/449), cet. Dar Thoibah]

Kebatilan tuhan dan sembahan kaum kafir dan musyrikin amat jelas, sebab mereka adalah makhluk lemah yang tidak mampu mencipta, bahkan merekalah yang dicipta oleh Allah.

Imam para mufasirin, Al-Imam Al-Hafizh Abu Ja’far At-Thobariy -rahimahullah- berkata,

الذي يدعوه هؤلاء المشركون إلها من دونه هو الباطل الذي لا يقدر على صنعة شيء، بل هو المصنوع

“(Sembahan) yang diseru oleh kaum musyrikin itu sebagai tuhan dari selain Allah adalah sembahan batil yang tidak mampu menciptakan sesuatu, bahkan ia adalah sesuatu yang dicipta.” [Lihat Jami’ Al-Bayan  fi Ta’wil Ayil Qur’an (18/676)]

Fatwa tiga ulama dari Mesir dan Palestina tersebut telah dirilis secara resmi oleh Koran Mesir Istirohah Al-Usbu’, sebagaimana yang dijelaskan dalam media-media sosial di Mesir.[7]

Mungkin sebagian di antara kita akan bertanya, “Bukankah fatwa-fatwa 3 ulama itu telah lama keluar sebelum munculnya POKEMON GO?”

Jawabnya, betul mereka telah lama mengeluarkan fatwa itu. Namun masih selaras dan berkaitan dengan kasus POKEMON GO, sebab asas-asas dan dasar-dasar permainan, serta tokoh-tokoh atau simbol-simbol dan pengaruh buruk yang muncul dari POKEMON GO sama dengan apa yang ada pada game pendahulunya dan juga juga film kartunnya.

 

Bahkan POKEMON GO lebih parah dan lebih haram lagi, karena memiliki dampak lain yang tidak ada pada game atau film Pokemon sebelumnya, berupa hal-hal yang akan mengancam stabilitas dan keamanan negeri kaum muslimin. Sebab, para ahli sejak munculnya game POKEMON GO (PG), langsung meneliti dan menyimpulkan dengan data bukti akurat bahwa game PG dapat menjadi sarana memata-matai oleh pihak berkepentingan bagi gerak dan aktifitas negeri-negeri yang dimasuki oleh permainan ini.

Bahaya lainnya, dapat menjadi modus kejahatan bagi para pencuri dan perampok. Sebab, dengan alasan memburu Pokemon, sebagian pihak berani masuk dalam wilayah dan pekarangan atau rumah orang lain dengan modus tersebut.

Demikian pula dampak-dampak buruk lainnya yang telah kami utarakan dari komentar dan kesimpulan para ahli.

[1] http://www.hasanews.com/6380710.html

[2] https://www.youtube.com/watch?v=cjCgew4uYWw

[3] http://www.aswatmasriya.com/news/details/65591

[4] Lihat teks asli Arabnya disini :

http://www.alifta.net/BayanNew.aspx?languagename=ar&NewsID=102&Lang=ar

[5] http://www.slaati.com/2016/07/12/p583100.html

[6] http://www.slaati.com/2016/07/12/p583100.html

[7] https://twitter.com/CindyYassen/status/752301038707683329/photo/1?ref_src=twsrc%5Etfw, http://www.aswatmasriya.com/news/details/65591, dan http://bit.ly/29SPpFY

No Responses

Leave a Reply