Potret Sholat Jama’ah dalam Kehidupan Salaf (9)

  • Rela Menghukum Anak

Terkadang seorang anak akan menjadi ujian bagi seorang ayah. Di saat itulah, seorang ayah harus pandai-pandai menghadapi ujian tersebut sehingga bisa terarah kepada solusi yang bermanfaat baginya dan anaknya.

Dulu, para salaf amat tinggi perhatian mereka kepada agama anak-anaknya, utamanya dalam perkara sholat –setelah aqidahnya-. Mereka rela memberikan hukuman bagi anaknya karena melalaikan sholat jama’ah di masjid.

Konon kabarnya, Abdul Aziz bin Marwan pernah mengutus anaknya, yaitu Umar bin Abdil Aziz[1] ke Madinah dalam rangka belajar. Ayahnya menulis surat kepada Sholih bin Kaisan agar ia menjaganya.

Sholih bin Kaisan mengharuskannya sholat jama’ah. Kemudian suatu hari, Umar bin Abdul Aziz terlambat melaksanakan sholat jama’ah. Maka Sholih bin Kaisan -rahimahullah- bertanya, “Apa yang menghalangimu?!”. Umar menjawab, “Tukang sisirku mengatur rambutku”. Sholih bin Kaisan berkata, “Apakah pengaturan rambutmu menyebabkan engkau lebih mengutamakannya dibandingkan sholat?!”

Kemudian Sholih bin Kaisan pun menulis surat ke orang tua Umar bin Abdul Aziz tentang kejadian tersebut. Akhirnya Abdul Aziz mengirim seorang utusan. Utusan itu tidaklah berbicara dengan Umar sampai ia mencukur rambut Umar.[2]

 


[1] Kelak menjadi khalifah.

[2] Lihat Siyar A’lam An-Nubala’ (5/116) karya Adz-Dzahabiy.

No Responses

Leave a Reply