Potret Sholat Jama’ah dalam Kehidupan Salaf (6)

  •   Mencari Jama’ah

Diantara bentuk tingginya perhatian salaf dengan sholat jama’ah, jika luput dan tidak sempat mendapatkan sholat jama’ah di suatu masjid, maka mereka tidak putus asa, bahkan berusaha mencari masjid lain yang kemungkinannya belum usai dari melaksanakan sholat jama’ah. Berikut ini silakan dengarkan penuturan Mu’awiyah bin Qurroh,

كَانَ حُذَيْفَةُ إِذَا فَاتَتْهُ الصَّلَاةُ فِيْ مَسْجِدِ قَوْمِهِ يُعَلِّقُ نَعْلَيْهِ وَيَتَّبِعُ الْمَسَاجِدَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا فِيْ جَمَاعَةٍ

 “Dulu Hudzaifah -radhiyallahu anhu- , jika luput dari sholat jama’ah di masjid kaumnya, maka beliau menggantung (baca: melepas) kedua sandalnya, dan mencari-cari masjid sehingga beliau bisa melaksanakannya secara berjama’ah”.[1]

Begitulah kaum salaf dalam menjaga sholat jama’ah. Karenanya, jadikanlah mereka sebagai panutan dan kepercayaan, sebab jika seorang hamba betul-betul menjaga hak-hak Robbnya dengan perhatian yang tinggi, maka tentunya ia tak akan menyia-nyiakan hak para hamba Allah; ia akan memperhatikannya dengan baik. Motivasi mereka dalam berbuat kebaikan, cuma ada dua: (1) mengharapkan pahala di sisi Allah sebagai bekal menuju akhirat, dan (2) takut kepada Allah, jangan sampai Allah tidak menerima amal kebaikannya di saat ia berbuat baik, dan jangan sampai Allah menyiksa dirinya di saat ia berbuat maksiat.

Mereka tidaklah seperti generasi yang di zaman kita, jangankan mencari sholat jama’ah di tempat lain, datang ke masjid saja, malasnya bukan kepalang!! Generasi ini lebih senang berongkang-ongkang kaki di rumah, berjalan-jalan santai di tepi pantai, dan mendengarkan perkara haram –semisal musik-, dibandingkan datang ke masjid  untuk merendahkan diri di hadapan Allah bersama hamba-hamba-Nya. Generasi seperti ini malah memperhambakan dirinya kepada setan dan hawa nafsunya. Generasi ini ibaratnya telur yang dikeluarkan oleh ayam. Mau dikatakan bukan dari ayam, padahal kenyataan membuktikan ia berasal dari ayam. Tapi tak ada kesamaan!! Artinya, generasi seperti ini dilahirkan dari keluarga muslim, akan tetapi ia tidak menunjukkan dirinya sebagai muslim. Namun jika silsilah keturunannya dirunut, ia dari keluarga muslim. Nas’alullahas salamah wal afiyah fid dunyah wal akhiroh…

 


[1] HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (2/205).

2 Responses

  1. keutamaan masjidFebruary 8, 2013 at 7:37 amReply

    masya allah, begitu semangatnya para salaf dalam berjamaah, jazakallahukhoiron

    • Author

      AdminFebruary 8, 2013 at 11:36 pmReply

      Mudah-mudahan kita semua bisa mengikuti semangat mereka. Jazakallohu khoiron

Leave a Reply