Potret Sholat Jama’ah dalam Kehidupan Salaf (5)

  •   Hadir Walau Sakit

Cinta kepada sesuatu bagaikan ombak lautan yang sulit dibendung. Demikianlah kecintaan para salaf terhadap sholat jama’ah. Walaupun seorang diantara mereka sakit, ia tetap melangkah ke masjid dengan penuh semangat.

Dari seorang tabi’in yang bernama Ar-Robi’ bin Khusaim -rahimahullah-, pada diri beliau ada suatu penyakit. Beliau dipapa diantara dua orang. Lalu dikatakan kepada Ar-Robi’, “Wahai Abu Yazid, Sesungguhnya berada dalam suatu udzur, jika engka mau (tak hadir sholat  jama’ah)”. Beliau menjawab, “Betul, aku mendengarkan mu’adzdzin berkumandang, “Hayya alash sholah hayya alal falah”. Barangsiapa yang mendengarkan adzan, maka hendaklah ia mendatanginya, sekalipun merangkak, sekalipun merayap”.[1] Diriwayatkan, “Beliau dipapa menuju sholat, sedang pada dirinya terdapat penyakit lumpuh ”.[2]

Dari Abu Abdir Rahman Abdullah bin Habib bin Robi’ah As-Sulamiy, ia berkata, “Beliau diusung ke masjid, sedang ia sakit”.[3] Dalam riwayat lain, “Beliau memerintahkan mereka untuk mengusungnya dalam keadaan becek dan hujan ke masjid, sedang ia sakit”.[4]

Demikianlah manisnya sholat jama’ah di mata salafush sholeh -rahimahullah-, sehingga mereka amat rindu menghadirinya, sekalipun harus menanggung penderitaan yang berat dan kondisi yang susah. Karena segala sesuatu yang dikerjakan jika dilandasi dengan kesadaran dan ilmu tentang pentingnya sesuatu, maka ia akan melakukannya, walaupun harus melintasi aral dan rintangan yang berat.

 


[1] HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (1/350)

[2] HR. Ibnu Sa’d dalam Ath-Thobaqot Al-Kubro (6/189)

[3] HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (1/350)

[4] HR. Ibnul Mubarok dalam Az-Zuhd (419)

No Responses

Leave a Reply