Potret Sholat Jama’ah dalam Kehidupan Salaf (2)

  •  Tidak Luput dari Takbirotul Ihram

Sholat jama’ah di dalam jiwa para salaf merupakan perkara yang sangat penting. Mereka adalah suatu generasi yang rela meninggalkan segala kehidupannya demi menghadiri munajatnya bersama Robbnya. Mereka bukan seperti sebagian orang yang rela meninggalkan sholat jama’ahnya demi kehidupan yang fana ini!!

Al-Qodhi Taqiyyuddin Sulaiman –rahimahullah- berkata, “Aku tak pernah melaksanakan sholat dalam keadaan sendirian sama sekali, kecuali dua kali saja. Seakan-akan aku tidak melaksanakan sholat itu sama sekali”.[1]

Waqi’ ibnul Jarroh Ar-Ru’asiy -rahimahullah- berkata, “Dulu Al-A’masy hampir 70 tahun tak pernah luput dari takbir pertama”.[2]

Demikianlah seorang muslim yang suka ibadah. Dia bersegera menuju ke masjid demi mengejar keutamaan shof pertama dan bertakbirotul ihram bersama imam. Al-Hafizh Adz-Dzahabi -rahimahullah- berkata, “Yahya ibnul Qoththon apabila menyebut Al-A’masy, ia berkata: “Al-A’masy adalah seorang ahli ibadah , dan ia menjaga sholat jama’ahnya dan shof pertama. Dia adalah ulama’ Islam”.[3]

Muhammad bin Sama’ah -rahimahullah- berkata, “Aku telah hidup selama 40 tahun, sedang aku tak pernah luput dari takbir pertama, kecuali satu hari saja ketika itu ibuku meninggal. Akhirnya akupun tertinggal satu kali sholat jama’ah”.[4]

Sampai disana ada seorang salaf yang bernama Ibrohim bin Yazid -rahimahullah- pernah berkata, “Apabila engkau melihat seorang meremehkan takbir pertama, maka bercuci tanganlah (berlepas tanganlah) darinya”.[5]

 


[1] Lihat Dzail Thobaqot Al-Hanabilah (2/365)

[2] Lihat As-Siyar (6/228) karya Abu Abdillah Adz-Dzahabiy

[3] Lihat Siyar A’lam An-Nubala’ (2/232) oleh Adz-Dzahabiy.

[4] Lihat At-Tahdzib (9/204) oleh Al-Hafizh Al-Asqolaniy

[5] Lihat Siyar Al-A’lam (5/62) oleh Imam Adz-Dzahabiy Asy-Syafi’iy

2 Responses

  1. abu ahmad afandi al gorontaloFebruary 4, 2013 at 8:36 amReply

    untuk admin idzin copas. barakallah fiik

    • Author

      AdminFebruary 4, 2013 at 9:46 pmReply

      Silahkan akhi, dengan tetap menyertakan sumber aslinya, wa fiikum barokalloh

Leave a Reply