Menempel Ayat atau Hadits pada Dinding

Menempel Ayat atau Hadits pada Dinding

oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah –hafizhahullah-

[Pengasuh Ponpes Al-Ihsan Gowa, Sulsel]

Di sebagian tempat mungkin anda biasa melihat ada ayat atau hadits yang tertempel di dinding, pintu rumah dan mobil atau tempat lainnya. Ayat atau hadits yang tertempel itu kadang berbentuk stiker atau kertas yang ter-print dengan bertuliskan kalamullah atau kalam Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-.

Hukum permasalahan ini sering kali muncul ke permukaan karena adanya sebagian orang yang salah dalam perkara ini. Sisi lain, ada orang yang mengingkarinya secara mutlak. Nah, penting kiranya kita mengetahui tentang hukum perkara ini agar kita di atas ilmu dalam menilai perkara ini.

Perkara ini pernah ditanyakan kepada Syaikh bin Baaz -rahimahullah-. Beliau memberikan jawaban,

وأما تعليق الآيات والأحاديث في المكاتب والمدارس فلا بأس به للتذكير والفائدة , وأما تعليقها في المساجد فيكره; لما في ذلك من التشويش على المصلين وإشغالهم , والله المسئول أن يوفقنا وإياكم وسائر المسلمين لكل خير , وأن يمنحنا جميعا الفقه في دينه , والثبات عليه , وأن يعيذنا وإياكم وسائر المسلمين من شرور أنفسنا , ومن سيئات أعمالنا , ومن مضلات الفتن . . . إنه ولي ذلك والقادر عليه . والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته .

“Adapun menggantung (menempelkan) ayat-ayat dan hadits-hadits di kantor dan sekolah-sekolah, maka tak mengapa bila hal itu (dilakukan) untuk memberi peringatan dan faedah. Adapun menggantungnya (menempelkannya) di masjid-masjid, maka hal itu makruh, karena di dalamnya terdapat gangguan bagi orang-orang yang sholat dan menyibukkan mereka.

Hanya Allah yang dimintai untuk memberikan taufiq bagi kami dan kalian serta seluruh kaum muslimin kepada seluruh kebaikan dan agar Dia menganugerahkan kepada kita semua pemahaman tentang agama dan keteguhan di atasnya; dan agar Dia melindungi kami, anda dan semua kaum muslimin dari keburukan jiwa-jiwa kita dan kejelekan amal-amal kita serta berbagai ujian yang menyesatkan.

Sesungguhnya Dia Yang mengurusi hal itu dan Maha Mampu melakukannya. Wassalam alaikum warohmatullahi wa barokatuh. [Lihat Majmu Fataawa wa Rosa’il Mutanawwi’ah lisy Syaikh Ibni Baaz (9/455)]

Dari sini anda mengetahui bahwa menempel ayat atau hadits memiliki beberapa hukum:

Pertama, jika ia ditempel di dalam masjid, maka ia makruh karena akan mengganggu orang yang akan sholat, atau sedang sholat serta yang telah sholat. Banyak diantara kita –misalnya- seusai sholat dilalaikan oleh tulisan ayat yang ada di dinding masjid, sehingga sering kita lupa dzikir yang sedang kita baca sebagai akibat pengaruh ayat atau hadits yang memancing perhatian kita.

Kedua, jika ia ditempel di rumah, kantor atau di sekolah sebagai peringatan dan faedah, maka boleh. Apalagi jika ayat atau hadits itu akan kita hafal. Dengan melihatnya berkali-kali, maka akan mudah dihafal.

Ketiga, jika tak ada faedahnya, bahkan dijadikan jimat dengan menempelkannya pada rumah, kendaraan, toko, badan dan lainnya, maka hal itu terlarang dan tak ada contohnya dari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan para sahabatnya. Karena, Al-Qur’an dibaca dan dihafal, bukan dijadikan jimat yang digantung pada hal-hal tersebut.

No Responses

Leave a Reply