Gambaran Kerendahan dan Hakikat Dunia

Gambaran Kerendahan dan Hakikat Dunia

oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah -hafizhahullah-

(Pengasuh Ma’had Al-Ihsan Gowa)

gambar duniaDunia yang membuat sebagian orang tergila-gila dan melupakan kampung akhirat. Dunia yang telah banyak memikat dan menawan hati manusia sampai melupakan tujuan penciptaan dirinya, yaitu untuk taat dan beribadah kepada Allah, sehingga ia pun tak lagi memperhatikan halal-haramnya sesuatu yang ia peroleh. Ia tak lagi memperhatikan hak-hak Tuhannya atau hak-hak makhluk atas dirinya. Padahal andaikan ia merenung sedikit terhadap hakikat dunia yang begitu rendah, tak ada nilainya dibanding pahala dan kebaikan yang akan mengantarkan seseorang untuk meraih segala kenikmatan abadi di kampung abadi ‘surga’ yang indah.

Dunia yang kita cintai ini akan hilang dan hancur berkeping-keping serta tak bernilai lagi, melainkan apa yang telah kita infakkan darinya di jalan Allah. Dunia yang fana ini sebenarnya ibarat tahi dan tinja yang keluar dari dubur manusia. Tahi awalnya adalah makanan yang dan minuman yang memukau manusia, namun pada akhirnya berubah menjadi sesuatu yang amat menjijikkan. Begitulah dunia di sisi Allah -Azza wa Jalla-.

Dari Adh-Dhohhak bin Sufyan Al-Kilabiy -radhiyallahu anhu- berkata bahwa Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda kepadanya,

((يَا ضَحَّاكُ مَا طَعَامُكَ ؟)) قَالَ : يَا رَسُولَ اللهِ ، اللَّحْمُ وَاللَّبَنُ، قَالَ : ((ثُمَّ يَصِيرُ إِلَى مَاذَا ؟)) قَالَ : إِلَى مَا قَدْ عَلِمْتَ ، قَالَ : ((فَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى ضَرَبَ مَا يَخْرُجُ مِنْ ابْنِ آدَمَ مَثَلاً لِلدُّنْيَا))

“Wahai Dhohhak, apakah makananmu?” Dia (Dhohhak) menjawab, “Wahai Rasulullah, daging dan susu”. Beliau (Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-) bersabda, “Kemudian ia (makanan itu) berubah menjadi apa?” Ia (Dhohhak) menjawab, “Berubah menjadi sesuatu yang telah aku ketahui (yakni, jadi tinja,-pent.) Beliau (Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-) bersabda, “Sesungguhnya Allah -Tabaroka wa Ta’ala- telah menjadikan sesuatu yang keluar dari anak cucu Adam (berupa tinja) sebagai perumpamaan bagi dunia”. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (no. 3452), dan Ath-Thobroniy dalam Al-Mu’jam Al-Kabir (no. 8138). Di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib (no. 2151)]

Demikianlah gambaran kerendahan dan kehinaan dunia yang seringkali melalaikan manusia dari kewajiban dan ketaatannya kepada Allah.

Abdur Rouf Al-Munawiy -rahimahullah- berkata saat menjelaskan tujuan dari hadits itu,

فالمطعم وإن تكلف الإنسان التنوّق في صنعته وتطييبه وتحسينه يعود إلى حال يستقذر فكذا الدنيا المحروص على عمارتها ونظم أسبابها ترجع إلى خراب وإدبار

“Sekalipun manusia bersusah payah dalam memperbaiki cara membuatnya, mengharumkannya, dan memperindahnya, maka pasti akan berubah kepada kondisi yang menjijikkan. Nah, demikianlah pula halnya dengan dunia yang amat diidam-idamkan untuk dibangun dan disusun segala sebabnya, pasti ia akan menuju kepada kehancuran dan kebinasaan”. [Lihat At-Taisir (1/501)]

Begitulah hakikat dan kesudahan dunia yang begitu rendah dan menjijikkan di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang berakal. Namun anehnya, banyak orang terseret di belakang dunia dan menjadi budaknya. Kemana dunia membawanya –walaupun kepada keharaman-, maka si budak dunia siap mengikuti dan membebek di belakang dunia.

Al-Allamah Al-Hafizh Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah -rahimahullah- berkata,

((فما اغتر بها ولا سكن إليها إلا ذو همة دنية وعقل حقير وقدر خسيس )) طريق الهجرتين – (1 / 383)

“Tak ada yang tertipu dengan dunia dan tidak pula condong kepadanya, kecuali orang yang punya cita-cita rendah, akal hina, dan kedudukan yang kurang”. [Lihat Thoriq Al-Hijrotain (hal. 383), cet. Dar Ibnil Qoyyim, 1414 H]

Waspadalah dengan dunia berupa jabatan, harta benda, pengikut, istri, anak dan budak, jangan sampai menunggangi dirimu untuk melanggar batasan Allah, memecah belah persatuan, memutuskan tali silaturahim, membenci orang-orang beriman, merusak tatanan ukhuwah Islam, dan memporak-porandakan sendi-sendi agama.

Ketahuilah wahai saudaraku, tak ada yang memperebutkan sesuatu yang menjijikkan, melalaikan orang berjiwa kotor dan hina.

No Responses

Leave a Reply