Demo, Penyebab Datangnya Laknat

Demo, Penyebab Datangnya Laknat

Oleh: Al-Ustadz Abdul Qadir -Hafizhahullah-

(Pengasuh Ma’had Al-Ihsan Gowa)

gambar bakar banSebuah koran digital dalam beritanya yang dilansir kemarin, menyebutkan bahwa “Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar di jalan Sultan Alauddin, selasa (18/11), diwarnai bentrokan dengan warga pengguna jalan.

Aksi bentrokan dipicu penutupan jalan yang dilakukan mahasiswa Unismuh. Massa mahasiswa dilempari oleh warga yang emosi dengan pemblokiran jalan yang dilakukan mahasiswa dengan menyandera 4 truk sebagai mimbar orasi.

Sebelum bentrok dengan warga, mahasiswa lebih dulu melempari SPBU di pertigaan jalan Talasalapang, samping kampus Unismuh, yang dijaga ketat anggota polisi dan TNI Angkatan Daerah[1].

Seorang mahasiswa yang identitasnya belum diketahui terkena anak panah di lengan kanannya[2]. Dia segera dilarikan oleh kawannya ke rumah sakit.

Setelah diserang warga, mahasiswa memilih bertahan di depan kampusnya. Usai bentrokan sekitar 15 menit, mahasiswa Unismuh kemudian kembali menggelar aksi di depan kampusnya.

Selain di Unismuh, mahasiswa Univ. Negeri Makassar di jalan AP Pettarani juga memblokir jalan. Mahasiswa UNM sudah mempersiapkan diri bentrok dengan polisi, dengan mengumpulkan batu-batu di jalan”.

Demikian ilustrasi peristiwa yang mengenaskan tersebut kami nukilkan dari http://news.detik.com/read/2014/11/18/161048/2751795/10/demo-tolak-bbm-naik-mahasiswa-unismuh-makassar-bentrok-dengan-warga

Para pembaca yang budiman, itulah gambaran perbuatan terlaknat yang diwarnai dengan tindak kekerasan, anarkis, kebrutalan, dan pelanggaran HAM yang dilakoni oleh para mahasiswa kita yg seyogianya mereka dikenal dengan kecerdasan dan akal sehat, namun hari ini mereka berbuat tak senonoh dan di luar aturan akal sehat mereka. Aksi demo yang brutal seperti ini bagaikan aksi babi-babi yang menyeduruk semua yang ia lewati, tanpa berpikir panjang atas madhorot dan kerusakan yang timbul dari sikap anarkis dari balik demo tersebut.

Cobalah berpikir atas dasar apa mereka berdemo dalam kasus kenaikan BBM? Sebagian diantara mereka beralasan bahwa mereka ingin memperjuangkan nasib rakyat.

Namun hakikatnya mereka tidaklah memperjuangkan nasib rakyat. Jika mereka berjuang untuk rakyat, lantas kenapa mereka menyiksa rakyat pengguna jalan yang ingin berangkat mengais rejeki, dan bekerja di tempat mereka masing-masing. Bahkan para mahasiswa brutal tersebut tak segan-segan melempari rakyat yang berjalan, memanahi mereka, menahan perjalanan mereka, bahkan sumber berita yang valid menyebutkan bahwa para mahasiswa yang bertindak anarkis dan tidak berperikemanusiaan tersebut menggunakan sempi (senjata api rakitan papporo’), la haula wala quwwata illa billah.

Dengan akal apakah mereka pakai berpikir? Adakah para pejuang rakyat menjajah dan menyakit rakyat yang ia perjuangkan? Malu kita rasanya dengan masyarakat dunia yang melihat negeri yang mayoritas muslim ini, namun perbuatan-perbuatannya tidak islami!!!

Di dalam sebuah hadits Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

اتَّقُوا الْمَلاَعِنَ الثَّلاَثَ: الْبَرَازَ فِى الْمَوَارِدِ وَقَارِعَةِ الطَّرِيقِ وَالظِّلِّ

“Waspadalah kalian dengan tiga (3) penyebab datangnya laknat: Buang air (berak) di sumber mata air, di tengah jalan dan di bawah teduhan (naungan)”. [HR. Abu Dawud As-Sijistaniy dalam Sunan-nya (no. 26) dan Ibnu Majah Al-Qozwiniy dalam Sunan-nya (no. 328). Dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’ (no. 112)]

Perhatikanlah tiga perbuatan terlaknat dalam hadits ini:

  1. Buang air (berak) di aliran air,
  2. Berak di tengah jalan
  3. dan berak di bawah teduhan (pohon dan lainnya).

Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- melaknat orang yang berak di sumber mata air, karena akan menyakiti dan mengganggu manusia, sehingga mereka tak bisa mengambil manfaat dari sumber mata air mereka. Akibatnya, perbuatan itu akan menimbulkan celaan dari setiap manusia yang datang ke tempat tersebut untuk mengambil air minum!

Berak di tengah jalan juga melahirkan reaksi dan kecaman dari masyarakat pengguna jalan, akibat gangguan yang mereka dapati berupa najis, kotoran dan bau menyengat hidung mereka. Celaan mereka merupakan laknat dari mereka bagi para mahasiswa jahat itu!

Begitu pula berak di pada tempat (baik berupa pohon atau yang lainnya) yang dijadikan naungan dan tempat beristirahat oleh manusia yang ada di sekitarnya ataukah para musafirin yang numpang lewat. Semua yang lewat dan ingin beristirahat disitu pasti akan mengeluarkan kata-kata celaan, “Kurang ajar, bodoh, keparat”, dan lainnya.

Celaan mereka  berkedudukan sebagai laknat atas perbuatan buruk tersebut!! Itulah laknat!!!

Al-Imam Abul Abbas Al-Qurthubiy -rahimahullah- berkata dalam sebuah kitabnya,

تجلب اللعن على فاعلها العادي والشرعي ؛ لأنه ضرر عظيم بالمسلمين ؛ إذ يعرضهم للتنجيس ، ويمنعهم من حقوقهم في الماء والاستظلال وغير ذلك .

ويفهم من هذا : تحريم التخلي في كل موضع كان للمسلمين إليه حاجة ، كمجتمعاتهم ، وشجرهم المثمر ، وإن لم يكن له ظلال وغير ذلك .

“Ketiga perkara itu mendatangkan laknat bagi pelakunya menurut adat (kebiasaan) dan syariat. Karena, ia merupakan gangguan bagi kaum muslimin, sebab hal itu akan memperhadapkan mereka kepada najis dan menghalangi mereka dari hak-hak mereka dalam hal air, berteduh, dan lainnya.

Dipahami dari hal ini, pengharaman buang air pada setiap tempat yang dibutuhkan oleh kaum muslimin, seperti tempat-tempat mereka berkumpul, dan pepohonan mereka yang memiliki buah, walaupun tempat atau pepohonan itu tak memiliki naungan”. [Lihat Al-Mufhim lima Asykala min Talkhish Kitab Muslim (3/150)]

Para pembaca yang budiman, jika buang air saja pada tempat-tempat tersebut terlarang keras dan terlaknat pelakunya, akibat adanya gangguan bagi kaum muslimin!

Nah, bagaimana lagi dengan demonstrasi yang dilakukan “kaum terpelajar” yang menamai diri mereka dengan “mahasiswa”. Mereka mengganggu pekerjaan dan aktifitas manusia dengan menahan mobil truck, lalu berorasi dan teriak-teriak kesetanan di atasnya, sementara mata-mata memandangi mereka dengan penuh kejengkelan dan sesekali manusia melaknat para mahasiswa tersebut dengan bergumam, “Kurang ajar, bodoh, keparat….”, dan kata celaan lainnya.

Tak sedikit orang yang tertahan di jalan akibat demo mereka, mengalami trauma, stress, gangguan kejiwaan. Waktu manusia habis dalam kesia-siaan saat mereka menunggu jalan dibuka. Banyak pekerjaan dan aktifitas manusia (baik skala nasional, maupun wilayah atau daerah) yang terhambat akibat demo, sehingga melahirkan banyak kerugian bagi negara kaum muslimin dalam seluruh lini kehidupan!!

Coba bayangkan, orang berak di jalan, manusia hanya terganggu dengan baunya dan manusia masih bisa lewat serta beraktifitas. Itu saja dilaknat pelakunya. Tentunya pelaku demo yang mengganggu aktifitas manusia lebih layak terkena laknat, wal iyadzu billah.

Belum lagi, anda telah melihat kebrutalan para mahasiswa saat melempari kaum muslimin dengan batu, besi dan lainnya, bahkan membidik kaum muslimin dengan panah dan senjata api rakitan. Kerusakan dari hal-hal ini lebih besar daripada kerusakan yang ditimbulkan oleh orang yang berak di tiga tempat tersebut!!

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلاَحَ فَلَيْسَ مِنَّا

“Barangsiapa yang mengarahkan (mengacungkan) senjata kepada kami, maka ia bukan termasuk (golongan) kami”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (no. ) dan Muslim dalam Shohih-nya (no. )]

Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmiy -rahimahullah- berkata,

المقصود به من حمل السلاح لقتال المسلمين أو لإرهاربهم إما متأثراً بمنهج تكفيري أو منتصراً لدعوة عصبية أو حزبية أو منقاداً لأمر يجعله قاصداً قتل أخيه

Yang dimaksud oleh hadits ini, orang yang mengarahkan dan membawa senjatanya untuk memerangi kaum muslimin atau untuk menakut-nakuti mereka, entah karena terpengaruh dengan manhaj takfir atau mendukung seruan fanatisme, hizbiyyah atau karena mengikuti suatu perintah yang membuatnya berkeinginan membunuh saudaranya”. [Lihat Ta’sis Al-Ahkam (5/248)]

Lihatlah wahai kaum muslimin ancaman dari Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bagi orang yang bergampangan memerangi, melukai dan menyakiti kaum muslimin. Jadi, layak jika para mahasiswa “terpelajar” tersebut mendapatkan kecaman dan laknat. Semoga Allah menguatkan dan memberi taufiq bagi orang-orang bertanggung jawab untuk mengatasi mereka.

[1] Mungkin maksudnya adalah TNI Angkatan Darat. Kayaknya kesalahan tulis dari pihak koran, wallahu a’lam.

[2] Biar kapok!!

No Responses

Leave a Reply