Arti Sebuah Kesehatan

Oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Al-Bughisiy  -Hafizhohulloh-

Kesehatan adalah sebuah nikmat yang tiada ternilai. Andaikan ingin dinilai dengan harta benda, maka ia tak akan sepadan dan pasti banyak orang yang memilih kesehatan. Bukti konkrit di lapangan membuktikan bahwa manusia rela mengorbankan segala harta bendanya demi mendapatkan kesehatan jasad dan rohaninya. Sisi lain, tak ada orang yang menyesal jika ia mengorbankan harta bendanya demi mendapatkan kesehatan. Sebaliknya, berapa banyak orang yang menyesal saat ia mengorbankan kesehatannya demi meraih harta benda.

Inilah yang diingatkan oleh Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- kepada para sahabat dan umatnya agar selalu bersyukur dengan nikmat kesehatan.

Seorang sahabat dari kalangan Suku Juhainah pernah berkata,

كنا في مجلسِ فطَلَعَ علينا رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وعلى رأسه أثرُ ماءِ، فقلنا: يا رسولَ الله نراك طيبَ النفس، فقال: “أجل”. قال: ثم خاض القومُ في ذكر الغنى، فقال رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لا بأس بالغِنى لمَن اتقى الله، والصحةُ لمن اتقى الله خيرٌ من الغنى، وطيبُ النفس من النعَم

“Dahulu kami pernah berada di suatu majelis. Lalu muncullah Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- di hadapan kami, sedang bekas air masih ada di kepala beliau. Kamipun katakan, “Wahai Rasulullah, kami memandangmu tenang hati. Beliau bersabda, “Betul”. Kemudian orang-orang sibuk dalam menyebutkan kekayaan. Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

“Kekayaan tidak mengapa bagi orang yang bertaqwa. Kesehatan bagi orang yang bertaqwa lebih baik baginya dibanding kekayaan. Sedangkan tenangnya jiwa termasuk kenikmatan”. [HR. Ibnu Majah dalam Sunan-nya (2141), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (2/3) dan Ahmad dalam Al-Musnad (5/272 & 381). Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Al-Albaniy -rahimahullah- dalam Ash-Shohihah (no. 174)]

Hadits ini menunjukkan bahwa kesehatan jauh lebih baik dibandingkan harta benda bagi orang yang bertaqwa. Adapun bagi orang yang durhaka dan berdosa, maka harta benda dan kesehatan ia sia-siakan. Bahkan banyak diantara mereka yang menggunakannya dalam berbuat dosa.

Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنْ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاج

“Bila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba sesuatu yang ia cintai berupa dunia atas kemaksiatan-kemaksiatannya, maka semua itu hanyalah istidroj (tipuan dan pemanjaan)”. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (4/145) dan Ath-Thobariy dalam Jami’ Al-Bayan (7/115). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’ (no. 561)]

Kewajiban seorang muslim adalah menjaga nikmat kesehatan dan memanfaatkannya dalam ketaatan, karena Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang”. [HR. Al-Bukhoriy (6412)]

Ketahuilah, kesehatan adalah mahkota yang berada di kepala orang-orang yang sehat. Tidak ada yang mengetahui nilainya, kecuali orang-orang yang sakit. Sesuai tabiat, manusia selalu berusaha menjaga kesehatannya dan lari dari segala macam penyakit yang kecil maupun yang besar. Tapi anehnya, ada orang yang berusaha untuk membunuh diri sendiri dengan merokok. Hampir tak satu organ pun yang selamat dari efek dan bahaya rokok. Tidakkah kita mendengar firman Allah -Subhanahu wa Ta’ala-

وَلاَ تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا  [النساء/29]

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.(QS. An-Nisaa : 29).

Penafsir Jazirah Arab, Syaikh As-Sa’diy -rahimahullah- berkata, “Masuk dalam kategori hal ini (membunuh diri), menjerumuskan diri dalam kebinasaan, melakukan perkara-perkara yang berbahaya lagi mengantarkan kepada kebinasaan, dan kehancuran”. [Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman (hal. 175)]

Para pembaca yang budiman, harta benda dan kesehatan adalah dua nikmat yang amat bermanfaat bagi seorang yang bertaqwa. Namun satu hal yang perlu dipahami bahwa kesehatan tentunya lebih berharga dibanding harta benda. Walaupun seseorang bukanlah seorang yang kaya raya, tapi ia memiliki kesehatan jasad dan rohani yang baik sehingga mewariskan kelapangan jiwa, maka ini tentunya lebih baik lagi.

Namun ada sebuah hal yang selalu membayangi pikiran kami, kenapa banyak diantara manusia yang menyia-nyiakan kesehatannya dengan menenggak khomer, mengisap racun yang kita kenal dengan “rokok”.

Subhanallah, sungguh ini adalah kegilaan manusia. Sudah tahu berbahaya bagi kesehatan, namun masih saja melakoninya.

Pembaca yang budiman, kurangnya harta benda, bukanlah problema utama sepanjang seorang hamba diberi kehidupan yang pas-pasan dan kesehatan yang baik. Seorang yang miskin tak perlu kecewa dan stres atas keadaan dirinya yang serba kekurangan. Syukurilah apa yang ada, niscaya Allah akan memberikan keutamaan kepadanya. Tak perlu iri kepada orang-orang kaya.

Apalah gunanya harta benda melimpah, namun kesehatan jasad dan rohani tak ada pada diri seorang hamba.

One Response

  1. Lulu AnitaDecember 10, 2014 at 10:16 pmReply

    artikel yang anda tulis mengenai arti sebuah kesehatan sangat bermanfaat dan menambah wawasan pembacanya.

Leave a Reply